Minggu, 07 Maret 2010

DAFTAR ISI


I. KAPAN NAMA ALLAH MULAI DIGUNAKAN ?
(A) Allah dalam bahasa Arab
(B) Allah yang Esa dan Kekal

II. NAMA ALLAH DI KALANGAN ARAB KRISTEN

III. PENGGUNAAN NAMA ALLAH DALAM ALKITAB
(A) Alkitab bahasa Arab



6 Maret 2010 oleh Fajar Yehuda



I. KAPAN NAMA ALLAH MULAI DIGUNAKAN?


Inilah berita hangat berturut-turut dari Malaysia di sekitar pergantian tahun 2009 ke 2010. Berita demikian sebenarnya tidak aneh, karena ada sebagaian orang Malaysia yang berwatak ego-posesif. Bayangkan angklung, reog, batik, dan lainnya yang milik Indonesia diklaim sebagai miliknya dan sekarang nama "Allah" bahasa milik orang Arab diklaim sebagai milik mereka pula, padahal itu bukan bahasa ibu mereka.

Pada tahun 2007, otoritas Islam Majelis Agama Negeri Perlis mengeluarkan FATWA bahwa: "Tidak ada yang salah sama sekali dengan non-muslim menggunakan nama Allah." Gejala fundamentalis demikian memang baru karena orang Arab sendiri baik yang beragama Kristen, Yahudi maupun Islam dari dahulu sampai sekarang menggunakan nama "Allah" itu bersama-sama untuk menunjuk Allah Monotheisme Abraham yang mereka sembah meskipun masing-masing agama memiliki pengajaran (doktrin/akidah) yang berbeda. Sekalipun pengadilan Malaysia dan banyak ulama tidak melarang penggunaan nama itu, namun adanya sentimen kelompok radikal tertentu dalam agama yang memaksa kehendak mereka terhadap kelompok agama lain menjadikan pencekalan dan tindakan anarki itu terjadi. Gejala fundamentalisme demikian juga terjadi di kalangan sekte (bidat) Kristen di Indonesia yang terpengaruh Yudaisme (Gerakan Nama Suci) yang juga memaksakan kehendak mereka dan ada yang menuntut badan-badan Kristen ke pengadilan agar menarik semua Alkitab dan buku-buku Kristen yang memuat nama "Allah", namun dengan motivasi berbeda.


Kelompok sekte Kristen ini mengganggap bahwa nama 'Allah' adalah nama untuk mengacu pada Hubal (Dewa bulan) yang disembah bangsa Arab. Jadi menurut mereka nama 'Allah' dalam Alkitab sebaiknya diganti dengan nama diri "Yahweh" (YHWH) yang merupakan Elah Yisrael (Allah Israel). Mereka tidak mengetahui dan memahami bahwa sebelum zaman Muhammad dan Islam, orang Arab yang beragama Yahudi dan Kristen sudah menggunakan nama 'Allah' untuk mengacu kepada Yahweh (YHWH) dan Yesus Kristus. Jadi permasalahannya bukan terletak pada nama Allah itu sendiri, tetapi kepada Oknum Tuhan yang manakah orang menyembah dengan menggunakan nama 'Allah'. (paragraf ini ditambahkan, Red)


A. Allah dalam bahasa Arab

Apakah nama "Allah" itu milik agama Islam? Kalau benar, mengapa sudah digunakan jauh sebelum agama Islam lahir? Nama Allah sudah ada setua kelahiran bahasa Arab. Jauh sebelumnya di Mesopotamia di mana rumpun Semitik bermula, orang-orang sudah mengenal nama El atau Il sebagai nama dewa tertinggi dalam pantheon Babilonia namun bagi sebagian besar keturunan Sem (di mana nama rumpun Semitik berasal) nama itu dimengerti sebagai Tuhan Yang Mahaesa Pencipta Langit dan Bumi.


1) Nama El berkembang ke wilayah utara dan barat menjadi Ela atau Elah dan di daerah Aram-Siria nama itu disebut Elah/Alaha dan di kalangan Ibrani disebut El/Elohim/Eloah.

2) Nama Il berkembang ke wilayah timur dan selatan menjadi Ila atau Ilah dan di kalangan Arab disebut Ilah/Allah.


Catatan tertua pada milenium kedua sebelum zaman Yesus Kristus menyebutkan, keturunan Abraham yang disebut suku-suku Arab, khususnya Ibrahimiyah dan Ismaelliyah yang dikenal sebagai kaum Hanif (jamak: Hunafa) menyebut nama "Allah" sejak berkembangnya bahasa Arab. Ensiklopedia Islam menyebut bahwa: "Gagasan tentang Tuhan yang Esa yang disebut dengan nama Allah, sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno…..kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah Hunafa, sebuah kata yang pada asalnya ditunjukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail." (hal. 50-51).


Inskripsi suku Lihyan mengungkap catatan abad ke-5/6 SM (semasa Ezra) bahwa nama 'Allah' sudah digunakan. Ada yang memberi stigmatisasi bahwa "Allah" adalah nama berhala Siria kuno namun kenyataannya inskripsi Lihyan sebagai pusat penyembahan "hlh" sehingga nama 'Allah' tidak tertuju untuk "dewa Siria".

B. Allah yang Esa dan Kekal

Perlu disadari bahwa inskripsi di Arab utara (Sabean, Lihyan, Tamudic, Safaitic) menunjukan bahwa Lihyan merupakan pusat penyembahan "Allah" dan disana berkembang dialek-dialek Arab yang mana ada yang menggunakan kata sandang "al", tetapi juga "ha" untuk menunjukan Tuhan yang satu itu. Winnet dalam penelitiannya atas inskripsi Lihyan menyebutkan bahwa pujian kepada Allah dalam inskripsi itu bersifat netral dan bisa diarahkan kepada sesembahan oknum mana saja tetapi teks Lihyan menunjukan adanya kata kunci "abtar" yang hanya ada dalam Al-Qur'an (QS.108) yang mengarah kepada 'Allah yang Esa dan Kekal'(QS.112). "Inskripsi Arab utara. …Nama-nama Allah pertama menjadi umum di teks Lihyan. …Bukti ditemukannya nama Allah menunjukan bahwa Lihyan adalah pusat penyembahan Allah di Arab. "Orang Siria menekankan kata benda umum "allah" ('a' kecil) menjadi nama diri dengan menambahkan nama elemen "a" : allaha = "the god" lalu menjadi "God" ketika orang Lihyan mengambil alih nama diri Allaha, nama itu diarabkan dengan menghilangkan elemen "a" sehingga menjadi Allah.(F.V.Winnet, Allah before Islam, dalam The Muslim world, Vol.38,1938,hlm.245-248).


Inskripsi Lihyan abad ke-5/6 SM berada di Arab utara berasal dari bahasa Nabatea Arami yang letaknya tidak jauh dari Yerusalem yang dikenal Kitab Ezra dan Daniel yang sezaman yang memuat nama Aram "Alaha" yang ditujukan kepada "Elah Yisrael" / Allah Israel. (Ezra 5:1; 6:14). Lagipula, pendahulu suku Lihyan adalah suku Dedan yang adalah keturunan Dedan cucu Ketura, isteri Abraham, tentu ada kaitannya dengan kaum Hanif. Studi yang sama dikemukakan Trimingham dalam bukunya Christianity Among the Arabs in Pre-Islamic Times, yaitu bahwa nama "Allah", sudah lama digunakan di kalangan suku-suku Arab, termasuk oleh orang Kristen dan berasal dari "Alaha" Aram yang dalam Kitab Ezra ditujukan kepada "Elah Yisrael". Bahasa Arab diketahui berkembang dari nabati-Aram. (penekanan ditambahkan, Red). Jadi, adanya dugaan bahwa "Allah" sesembahan Lihyan itu adalah Dewa Siria SANGATLAH TIDAK BENAR tetapi telah diketahui bahwa nama itu (Allah) ditujukan kepada "Alaha" Aram yang menunjuk kepada "Elah Yisrael" (Allah Israel).


II. NAMA ALLAH DI KALANGAN ARAB KRISTEN

Berbeda dengan anggapan bahwa orang Yahudi dan Kristen Arab semula menyebut Al-Ilah dan baru pada masa Islam mereka dipaksa menggunakan nama "Allah". FAKTA SEJARAH menunjukan bahwa sejak awal orang Arab beragama Yahudi dan Kristen sudah menggunakan nama 'Allah' dalam Ibadat mereka. Nama 'Allah' digunakan di kalangan Arab beragama Yahudi dapat diketahui bahwa sebelum Islam lahir ada Imam Sinagoga di Medinah yang bernama Abdallah bin Saba, dan di kalangan Kristen penggunaan nama 'Allah' juga banyak digunakan. Kekeristenan di daerah Arab sudah sudah dimulai sedini abad pertama dimana orang Arab sudah mendengar khotbah Yesus (Markus 3: 7-8) dan di hari Pentakosta mereka mendengar dalam bahasa Arab (Kis. 2:11), dan Paulus mengunjungi jemaat Kristen Arab (Galatia 1: 17).

Pada tahun 244 seorang Arab Kristen Philip the Arab menjadi Kaisar Roma dan pada Konsili Nicea (325) hadir 6 uskup Arab dari kawasan imperium Romawi dan 3 uskup lainnya dari kawasan Arab non-Romawi. Hal ini menunjukan bahwa umat Kristen Arab dengan bahasa Arabnya sudah menyebar bahkan menduduki jabatan tinggi Kaisar Romawi dan Uskup jemaat Arab. Peter Pacerillo, arkeolog Franciscan menemukan rumah-rumah di Siria, Lebanon dan Palestina dari abad ke-4 (300 tahun sebelum Islam) dengan inskripsi "Bism Ellah al Rahmani al Rahimi" (Dalam nama Allah yang pengasih dan penyayang), sedangkan pada Konsili Efesus (tahun 431) hadir Uskup Arab bernama Abdellas (Abdullah, band. dengan "Wahab Allah" yang diterjemahkan ke bahasa Yunani sebagai "ouaballas"). Dalam fragmen pra-Islam yang ditemukan pada tahun 1901 di Damaskus ada teks LXX Mazmur 78 di mana "hotheos" (Elohim) diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang ditulis dengan aksara (abjad) Yunani sebagai "allau" (ayat 22, 31, 59), dalam inskripsi itu huruf "ha" Arab ditulis sebagai "upsilon" Yunani.

Bambang Norsena SH yang mengambil pascasarjana dalam sastra Arab di Kairo selama 2 tahun, dalam bukunya menyatakan bahwa sebelum zaman Islam, pemakaian istilah 'Allah' di lingkunagn Kristen bisa dilihat dari sejumlah inskripsi dari masa pra-Islam yang ditemukan disekitar wilayan Siria di mana nama Al-Ilah dan Allah disebut.

"Ada 2 inskripsi penting: pertama, inskripsi Zabad (tahun 512 / abad ke-6) yang diawali dengan rumusan "Bism al-Ilah" (Dengan nama Al-Ilah) yang kemudian disusul dengan nama-nama Kristen Syria dan kedua, inskripsi "Umm al-jimmal" (juga berasal dari abad ke-6 M) yang diawali dengan ucapan "Allahu ghafran" (Allah mengampuni)." (History of Allah, hlm 10).

Inskripsi "Allahu ghafran" digambarkan dengan jelas dalam buku Islamic Caligraphy oleh Yasin Hamid Safadi (London: Thames and Hudson Limited, 1978, hlm.6). Noorsena juga menyebutkan bahwa ada teks Aram Suryani masa itu dimana nama Alaha diterjemahkan menjadi teks Allah Arab: "Risalah fit at Tadbir al-Khalash li Kalimat Allah al-Mutajjasad (Bahasa Suryani Arab), karya Mar Ya'qub al-Rahawi (James of Eddesa), Buku ini diawali kalimat: Allah…..., menerjemahkan teks asli yang diawali: Alaha….(Teks asli Suryani ditulis tahun 578 M)". (The History of Allah, hlm.12).

Allah sudah dikenal di Arab, Ia adalah satu dari banyak sesembahan yang disembah di Mekah kemungkinan sebagai Tuhan yang Mahakuasa dan tentu saja Tuhan pencipta. Ia sudah dikenal sejak dulu sebagai "Allah,"Al-Ilah (asal kata yang paling mungkin, saran lainnya adalah "Alaha" Aram). (Brill, vol I hlm.406). "Sebagian besar beranggapan nama diri Allah ada asalnya (mushtakk, mankul), kontraksi al-ilah, dan menganggap ilah adalah tiga huruf akar kata." (Brill, vol III hlm. 1093).


"Allah merupakan suatu nama Hakikat atau kepercayaan yang bersifat mutlak. Agaknya kata Allah merupakan pengkhususan dari kata al-ilah, ….Nama Allah telah dikenal dan dipakai sebelum Alquran ada…, Kata itu tidak hanya khusus bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang, oleh umat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, digunakan untuk memanggil Tuhan." (Glasse, Ensiklopedia Islam, hlm.23).

Selain dalam inskripsi dan nama, sejak awal Injil bahasa Arab juga menggunakan nama "Allah". Alkitab Peshita dalam bahasa Aram ditulis pada abad ke-2 di mana El/Elohim/Eloah Ibrani ditulis "Elah/Alaha". Seperti diketahui dari inskripsi Lihyan abad ke-5/6 dan sejarah bahasa bahwa "Alaha" Aram menurunkan "Allah" Arab Nabatea dan bahasa Arab.

Dalam injil karya pernulis Gnostik "Apokrif Infancy Gospel of Thomas" (injil Tomas) pada abad ke-2, ada cerita mengenai Allah yang mengizinkan Yesus membuat mujizat burung dari tanah liat yang akhirnya dikutip dalam injil Anak-anak apokrif dalam bahasa Arab 'injilu't Tufuliyyah' dan kemudian diceritakan dalam Alquran (QS 5 110). Pada abad ke-3 Origenes menulis dalam introduksi Hexapla bahwa ia berkonsultasi dengan salinan bahasa lain termasuk Arab, paling tidak ini berarti bahwa pada abad ke-3 sudah ada fragmen Alkitab dalam bahasa Arab.

Data Alquran sendiri mendukung adanya penggunaan nama 'Allah' sebelumnya dan menyebut bahwa pada masa Islam, di Gereja dan sinagoga sudah banyak disebut nama 'Allah', itu berarti bahwa pada masa pra-Islam nama 'Allah' sudah digunakan oleh umat Yahudi dan Kristen. Sebelum menjadi nabi bagi umat Muslim, Muhammad pernah berelasi dengan biarawan Nestorian (bidat Kristen) Waraqah ibn Nawfal yang adalah sepupu Khadijah (Isteri Muhammad).


Dari kenyataan di atas kita mengetahui bahwa pada masa dahulu, apalagi pada masa bahasa lisan pratulis, penggunaan nama "Allah" terjadi sebagai derivasi Allaha Aram, padanan/kontraksi Al-Ilah, maupun sebagai nama yang berdiri sendiri. Tetapi menarik untuk disimak bahwa di Timur Tengah, penggunaan nama Allah oleh mereka yang beragama Yahudi, Kristen dan Islam yang berbahasa Arab dilakukan bersama tanpa masalah sejak awalnya.


III. PENGGUNAAN NAMA ALLAH DALAM ALKITAB


Tidak menutup kemungkinan bahwa di kalangan Arab Lihyan dan Arab Jahiliah pra-Islam, selain kaum Hanif/Hunafa yang menyembah Allah Monotheisme Abraham/Ibrahim, ada juga penyembah-penyembah berhala yang menyebut dewa mereka dengan sebutan 'allah' pula ("a"kecil). (penekanan ditambahkan, Red). Dalam sejarah Arab, masa jahiliah pra-islam lah yang disebut sebagai masa sinkretisme yang diimpor berhala asing, sehingga banyak yang menyembah berhala (termasuk dewa bulan "Hubal"). Hubal adalah berhala yang disembah oleh bangsa Arab sebelum zaman Islam. Hubal dilambangkan dengan bulan sabit. Namun, tampaknya pada masa Islam hadir, keyakinan monotheisme kaum Hanif itu dipulihkan kembali.

"Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan nama 'Allah' sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno. …Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah Hunafa (tunggal: Hanif), sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail. Menjelang abad ke-7 kesadaran agama Ibrahim dikalangan bangsa Arab ini telah hilang dan kedudukannya digantikan oleh sejumlah pemujaan berhala,…dalam 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran 'tuhan' yang terakhir, yakni Risalah Islam." (Ensiklopedia Islam, hlm. 50-51).

Di kisahkan bahwa Muhammad dengan para pengikutnya berperang menghancurkan para pemuja berhala dan menghancurkan patung-patung berhala mereka, salah satu diantaranya adalah Hubal. Sekalipun Muhammad menghancurkan segala patung berhala di tanah Arab namun agaknya ia tidak berniat untuk menghancurkan batu Hajar Aswad (batu hitam), yang merupakan batu yang disembah oleh salah satu suku di tanah Arab. Alquran menyebutkan bahwa Muhammad sangat menghormati batu itu dengan menciuminya.(paragraf ini ditambahkan,Red)


Kemerosotan dan penyimpangan penggunaan kata 'Allah' tidak hanya terjadi di kalangan Arab, sebab dikalangan Israel pun kemerosotan yang sama juga terjadi. "Elohim" di samping untuk menyebut "Pencinta langit dan bumi" (Kejadian 1:1) juga digunakan untuk menyebut dewa "berhala anak lembu" (Keluaran 32: 1.4) dan bahkan juga dirayakan sebagai Yahweh (Keluaran 32:4). Penyimpangan penyembahan bangsa Israel ini mendatangkan murka Yahweh sehingga bangsa Israel menerima hukuman atas dosa besar yang telah diperbuatnya.


Jadi disini kita melihat bahwa yang menjadi masalah bukan nama "Elohim/Allah" itu sendiri, melainkan apa kandungan akidah/pengajaran dibalik nama itu yang secara berbeda-beda diajarkan dalam Kitab Suci masing-masing agama. Kebenaran sejarah tidak dapat diubah dan perlu disadari bahwa nama "Ilah/Allah" (Arab) memiliki asal mula yang sama (cognate) dengan El/Elohim/Eloah (Ibrani) dan Elah/Alaha (Aram) ataupun El/Il Semitik (Mesopotamia) yang dipercayai beberapa agama sebagai dewa, tuhan tertinggi tetapi juga digunakan sebagai "Tuhan Yang Maha Esa Pencipta langit dan bumi".


Perlu di sadari bahwa sekalipun agama Yahudi (Tanakh), Kristen (PL+PB) dan Islam (Alquran) dalam bahasa Arab menggunakan nama Allah yang sama dan menyebutnya sebagai "Tuhan Monotheisme Abraham/Ibrahim" ketiganya mempercayai pengajaran (doktrin/akidah) yang berbeda sesuai Kitab Suci masing-masing. Kerancuan terjadi karena mencampuradukkan nama "Allah" sebagai nama sesembahan semitik/abrahamik dalam bahasa Arab dan pengajaran (doktrin) mengenai Allah yang sama itu. Karena itu, kalau mau membandingkan adalah: antara Allah Arab Kristen disbanding Allah Arab Islam. Hal ini agar tidak terjadi kesalah pahaman dan kerancuan.

Coba kita simak wejangan Dr Olaf Schuman, teoloh Kristen Jerman yang fasih berbahasa Arab yang selama 3 tahun belajar dan mengajar di Universitas Al-Ashar di Kairo: "Memang tidak dapat disangkal adanya suatu masalah. Namun, yang menjadi masalah adalah soal dogmatika atau akidah, sebab tiga agama itu (Yudaisme, Kristen, Islam) mempunyai faham dogmatis yang berbeda mengenai Allah yang sama, baik hakikatnya maupun pula mengenai cara penyataan dan tindakan-tindakannya." (Keluar dari Benteng-Benteng Pertahanan, hlm.177).


A. Alkitab bahasa Arab

Sejak awal, nama Allah terus digunakan dalam Alkitab bahasa Arab, termasuk delapan versi yang sekarang digunakan oleh sekitar 29 juta umat Kristen Arab di seluruh dunia. Pada tahun 1671, gereja Katolik Roma menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Arab di Roma dan terjemahan lengkap terbit tahun 1880, namun yang lebih populer dikalangan Protestan dan gereja Ortodok adalah "Arabic Bible" (Van Dijke, 1865) yang diterbitkan di Beirut. Catholic Translation of the Bible yang diterbitkan tahun 1880 kemudian direvisi pada tahun 1988. New Translation of the Arabic Bible (1988) yang disebut 'Book of Life, an interpretative translation' (Kitab Al Hayat, tarjama tafsiria) kemudian menjadi 'New Arabic Version' (1992), dan pada tahun yang sama terbit juga 'Today Arabic Version' (Good News).


Dalam hubungan dengan kaum Muslim, pada tahun 1980-an, di Mesir ada kalangan Kristen yang menerbitkan Perjanjian Baru untuk dibaca oleh kalangan Muslim yang disebut 'The Noble Gospel' (Al-Injil Al-Syarif, 1990) dan seluruh Alkitab pada tahun 1999. Ada usaha menarik dari penulis Siria-Arab Mashaz Mallouhi (2008) yang mengumpulkan para pakar Arab Islam dan Kristen untuk duduk bersama membuat terjemahan Kitab Injil dan Para Rasul dengan nama 'The True Meaning of the Gospel of Chirst' ke dalam bahasa Arab modern yang ditujukkan kepada orang Arab Kristen ataupun Arab Islam yang sekaligus dimaksudkan sebagai pelajaran sejarah sastra Arab dengan membahas terminology bahasa Arab Alkitab yang sekarang sudah tidak umum digunakan dalam bahasa Arab modern. Semua versi Alkitab Arab hanya mengenal satu istilah untuk Tuhan, yaitu "Allah" (disamping Ar-Rabb untuk menyebut Adonai yang tertuju YHWH/Yahweh).

Di Indonesia sejak masuknya agama Islam (abad ke-13) dan Kristen (abad ke-16), nama Allah sudah terserap dalam bahasa Melayu dan kemudian masuk kosa-kata bahasa Indonesia, dan sudah digunakan sedini ditulisnya terjemahan Alkitab Melayu pada tahun 1629 sampai terjemahan Alkitab Indonesia (LAI). Sekalipun Indonesia memiliki populasi Islam terbesar di dunia selama ini tidak ada yang mempersoalkan penggunaan nama "Allah" itu, karena para pakar dan ulama Islam pada umumnya mengerti bahwa nama Allah itu digunakan bersama dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam kecuali dipersoalkan oleh sekelompok kecil fundamentalis tertentu akhir-akhir ini. Di Malaysia, usaha penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Melayu (BM) dimulai pada tahun 1974. Perjanjian Baru diterbitkan pada tahun 1976 dan Perjanjian Lama pada tahun 1981. Alkitab bahasa Melayu (BM) lengkap diterbitkan pada tahun 1987 oleh The Bible Society of Singapore, Malaysia and Brunei. Pada tahun 1990, dimulai penerjemahan ke bahasa Melayu sehari-hari dan pada tahun 1996 terbit Alkitab Berita Baik yang diterbitkan oleh The Bible Society of Malaysia. Semua Alkitab bahasa Melayu menulis nama "Allah".

Sumber: Tulisan ketua Yabina Ministry di surat kabar Suara Pembaruan hal. 13, edisi Sabtu tanggal 6, 13 dan 20 Februari 2010.

35 komentar:

  1. ada baiknya pihak kristen tidak menggunakan nama tuhan dgn allah karena allah tidak memiliki anak (biar beda) dan pihak islam tetap berperinsip agamaku adalah agamaku , agamamu adalah agamamu jadi tidak ada lagi beda pendapat yang akhirnya terjadi permusuhan yg akibatnya pelarangan orang beribadah dan pembakaran tempat ibadah. teguhlah pd iman kalian masing2 dan percayalah apa yang kalian percayai ... amen

    BalasHapus
    Balasan
    1. to marry vergas

      tanggapan:

      1. istilah 'anak' bagaimana yg anda maksud? secara biologiskah?
      kalau maksudnya anda seperti dugaan saya diatas berarti tuduhan anda salah alamat. :)

      2. Mari kita lihat akar dari sikap anti-toleransi umat beragama yang anda maksud itu antara islam & Kristen. untuk lebih jelasnya langsung ke sumber ajarannya: Alkitab PL&PB VS Alquran + Hadist.

      FAKTANYA:
      Didalam Alkitab PL & PB tidak ada satupun ayat yang memerintahkan untuk MENGHINA ajaran Islam, untuk MEMBUNUH orang islam, mengkafirkan orang Islam atau MENUDUH bahwa ajaran Islam adalah ajaran palsu.

      sekarang coba tenggok Alquran & Hadist:
      banyak sekali ayat-ayat yang memerintahkan untuk MEMBUNUH orang Kristen, MENUDUH ajaran Kristen adalah palsu, MENYATAKAN bahwa umat Kristen adalah orang kafir dan ayat yang MEMPERBOLEHKAN MENINDAS orang Kristen. bahwa MENGOLOK-OLOK ajaran Kekeristenan yang memuliakan Yesus (Isa).

      Ajaran Alkitab tidak usil dengan iman Islam anda lalu kenapa ajaran anda usil sama ajaran yg kami percayai.
      ACTIONS SPEAKS LOUDER THAN WORDS.
      mari kita berpikir bijaksana: dimanakah akar sikap anti toleransi itu berasal. Mari kita hidup dalam damai dan marilah kita pakai akal sehat dalam beriman bukan asal koar-koar tanpa tau asal muasal permasalahannya.

      Tuhan Yesus memberkati anda :)

      Hapus
    2. Cobalah berpikir dialektis... tesa-anti tesa-sintesa... tesa ndak mungkin mendahului anti tesa.. tanpa tesa dan anti tesa ndak mungkin timbul sintesa... dari situ kita akan dapatkan bahwa kristen adalah tesa sedangkan islam adalah anti tesa... makanya islam beranggapan sebagai koreksi terhadap kristen.. jadi ndak mungkin kristen mengkoreksi islam (jadi tesa) karena kristen datangnya lebih dulu sebelum ada islam.. mungkinkah ada sintesa diantara keduanya? kita perlu menyapakati dulu metodologi yang digunakan... dan yang penting adalah kita harus tanggalkan dogma yang membelenggu dan sikap fanatik membabi buta terhadap keyakinan yang kita miliki... intinya kita harus open mind lah atas "kebenaran sejati"... Salam Damai

      Hapus
    3. to aanmoxers

      Islam TIDAK MEMILIKI otoritas untuk mengoreksi Alkitab PL dan PB. tetapi Alkitab PUNYA OTORITAS untuk MENGOREKSI ajaran Alquran yang penuh historical error dan contextual error.
      Ajaran Alkitab PL sudah ada 2000 tahun sebelum Alquran dan PB sudah ada 600 tahun sebelum Islam. Ingat, sumber2 yang KESAHIHANNYA dapat dipertanggung jawabkan adalah SUMBER PRIMER, bukannya sumber2 sekunder dan seterusnya...
      jadi, tulisan2 Alquran TIDAK DAPAT DIJADIKAN acuan dasar dalam memahami tokoh2 Alkitab yang hidup ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya.

      cobalah berpikir sebagai seorang akademisi yang TIDAK TERBELENGGU oleh iman buta yang terkesan religius dan juga sikap skeptis yg terkesan humanis. dan KEBENARAN SEJATI hanya ada di dalam Yesus Kristus.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tolong bung kalo ngomong itu pake logika. Mana duluan, injil apa Al-Quran? Tentu Injil. Krn injil duluan, ya sdh psti MANA MUNGKINLAH AKAN BERBICARA SOAL ISLAM ATAU ISI KITAB AL-QURAN, YG BELUM LAHIR.

      Kata lu, sbb: "dalam Alkitab PL & PB tidak ada satupun ayat yang memerintahkan untuk MENGHINA ajaran Islam, untuk MEMBUNUH orang islam, mengkafirkan orang Islam atau MENUDUH bahwa ajaran Islam adalah ajaran palsu". ITU MEMANG BENAAARRR !!!

      Skarang skali lg pake tu..logika

      Mana duluan, taurat apa injil? sdh psti taurat. Tentu benar jg kalo dibilang begini:

      “Di dalam taurat tidak ada satupun ayat yang memerintahkan untuk MENGHINA ajaran kristen, untuk MEMBUNUH orang kristen, mengkafirkan orang kristen atau MENUDUH bahwa ajaran kristen adalah ajaran palsu”. Mengapa? Ya, krna memang kristen belakangan lahir, ketimbang Yahudi.

      INGAT: nabi yg ada menurut hadis rasulullah ada lebih dr seribu sejak nabi adam. Coba bayangkan, brapa banyak kitab yang ada dn diturunkan kpd para nabi2 tsb, dn dalm Al-Quran hnya diceriakan beberapa saja, krn mmpunyai misi/pengaruh yg luas. Musa yg mmbawa kitab taurat dn Isa dg injilx, adalah para nabi yg diakui dn dimuliakan. Tp krn prjalanan waktu, ajaran/isi kitab mreka sdh d lencengkan oleh tngan2 jahil dan manusia2 yg tidak bertangungg thd imannya. Akhirnya, datanglah Islam, dn Allah SWT mengatakan dalam kitabnya: sesungguhnya kedatangan Islam, salah satunya datang utk MELURUSKAN ajaran2/kitab2 yg diperbuat oleh umat2 terdahulu.

      OKE NI..ADA PERTANYAAN DIKIT AJA....

      (1) Apa ada yg salah kalau islam ingin mluruskan kitab trdahulu? Liat tu kitab lu.. berkata: Daud menzinahi pembantux. Al-Quran datang mluruskan, bhwa itu fitnah dn Daud adalah seorang nabi yg di muliakan Tuhan. Blum lg soal isa di salib. al-Quran dtang melurusakn, itu fitnah, sbetulnya isa diangkat ke langit, sbg pnggantinya si yudas pengkhianat, yg kuasa Tuhan diserupahi wajahnya spt isa. JADILAH YUDAS YG DISALIB.

      Sampeyan mau bantah pandangan kitab kami silakan, itu hak anda. Tp ingat, smpe kiamat, bicara soal doktrin, ndak pernah ketemu, mendingan sampeyan brsikap mnghargai perbedaan itu..goblokKKK

      (2) apa memang salah kalo islam mnyebut anda KAFIIR??? Kalo sy tidak mnyebut kafir, berarti sy KRISTEN DONG?? Bgitu jg anda. Pasti akan mnyebut kami kafir (cuma istilah yg anda pake lain). Kalo anda bilang kami tdk kafir, berarti anda islam dong.

      Jd DI SINI LAGI2 LOGIKA ANDA BENAR2 BENGKOKKK !!! (smoga kelamin anda juga tidak bengkok, meminjam istilah dari budayawan Emha Ainun Nadjib yg beliau tujukan kpd Salman Rusdi, sang penghina Islam).

      (3) Sdr berani-beraninya memuat di blog ini, sbb: “banyak sekali ayat-ayat yang memerintahkan untuk MEMBUNUH orang Kristen, MENUDUH ajaran Kristen adalah palsu, MENYATAKAN bahwa umat Kristen adalah orang kafir dan ayat yang MEMPERBOLEHKAN MENINDAS orang Kristen. bahwa MENGOLOK-OLOK ajaran Kekeristenan yang memuliakan Yesus (Isa).”

      Coba, tolong tunjukkan ayat2 itu dalam kitab Al-Quran, dan mari kita diskusikan ayat itu. Sy skrang mmpunyai kitab Asbabul Nuzul (kitab yg menceritakan latar belakang turunnya firman Tuhan). Sy akan ladeni anda mndiskusikan firman2 yg anda tuduhkan melalui blog ini, spy smua org tahu, yg mana iblis dan mana manusia di antara kita berdua…

      JADI………….
      Skrang mari kita bicara fakta sj. Kalo smpeyan bilang injil tidak memerintahkan membunuh org islam, nah tu hitung berapa ratus umat muslim yg sampeyan bantai di poso dn ambon??? Pasti loo akan jawab, krn kami diserang, lalu membunuh. Alasan itu, sdh pasti jg sama dg alasan kami sbg umat islam.

      Jd supaya tidak SINTING, mari hargai perbedaan yg ada, jangan mlancarkan fitnah trhadap ajaran2 org lain. Kalo penasaran yg mana sebenarnya agama2/kitab2 yg benar? Ada resep dr saya: , gantung diri aja, mati, lalu ketemu Tuhan yg benar di alam sana. Skali lg, blajar agama, pake itu otak dn hati nurani..jngan pake nafsu setan..SMOGA ANDA DIBERKATI…AMENNN

      Hapus
    2. to Bung Nas

      saya akan jawab pertanyaan anda:

      1. Alquran yang baru muncul 600 tahun setelah Perjanian Baru. TIDAK PUNYA OTORITAS untuk meluruskan keterangan2 historis Alkitab! ajaran Islam BERASUMSI bahwa Yesus yg disebut Isa TIDAK DISALIBKAN. akan tetapi siapakan saksi mata yang melihat kejadian itu??? Alquran DIAM SERIBU BAHASA! anda bilang: Yudaslah yang mengganti Isa untuk disalibkan. hehehe.. :) silahkan anda teruskan khayalan anda. sebab Alquran MASIH DIAM, tidk bisa menyebutkan siapa yg disalibkan itu sesungguhnhya. suatu PERISTIWA akan dianggap sahih dan valid apabila memiliki 2 atau 3 orang saksi mata yg menyaksikan langsung suatu peristiwa.

      2. orang Kristen TIDAK PERNAH mengkafirkan orang Islam. sebab Yesus Kristus disalibkan untuk SEMUA UMAT MANUSIA (apapun itu latarbelakangannya). kalaupun orang Islam cenderung MENGKAFIRKAN kami, orang Kristen, itu masalah anda, kami sih stay cool aja bro :)

      3. pertanyaan ke-3 anda maksudnya apa?? gak jelas..

      note:
      pakailah kata2 yg sopan. kalau tidak mampu berdiskusi dengan kosa kata bahasa yg sopan di blog saya. silahkan anda cari blog lain yg sesuai selera anda.

      Hapus
  3. intinya kalau yesus aja msh bs di salib artinya yesus msh manusia dan yesus adalah makhluk,nah sp kah penciptanya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. to sonny

      Ya Yesus adalah manusia. dan DIA juga adalah Firman Allah.
      Yesus adalah Pencipta yang datang ke dalam manusia menjadi serupa dengan ciptaan-Nya yang telah jatuh kedalam dosa dengan misi menyelamatkan manusia dari hukuman kekal di neraka.

      bacalah Injil Yohanes 1:1-50

      kenallah Yesus bukannya sok kenal terus ambil kesimpulan yang hanya setengah benar. hati2 jangan bermain di wilayah abu-abu. :) :) :) :)

      Hapus
  4. mas sonny, Yesus adalah Tuhan... misinya memang utk mati bagi manusia berdosa seperti kita.. di alkitab pun menceritakan Dia pun tahu bahwa dia akan mati tetapi Dia juga berkata akan bangkit pada hari yg ketiga... orang yg tidak percaya akan karya keselamatanNya akan binasa.
    itulah inti dari injil.. tetapi orang islam mengajarkan yesus yg lain..yg tidak pernah mati utk menebus dosa manusia.. dan tdk ada janji yg pasti diberikan dlm ajaran islam tnt keselamatan jiwamu.. Hanya Yesuslah jalan, kebenaran dan hidup..
    jika kebenaran begitu berarti bagimu.. maka carilah.. apakah kamu setuju dgn ajaran islam utk tdk terlalu banyak tanya yg bisa mendatangkan celaka atasmu... kalo Tuhan di dalam alkitab mengijinkan umatNya utk berperkara dgn Dia..
    jika kamu masa bodoh, km terperangkap dlm senjata setan 'masa bodoh'
    islam pun tahu bahwa yg akan datang nanti di hari kiamat adalah Yesus..
    maka Dialah yg akan menjadi Hakimmu.. dan apabila namamu tdk tertulis dlm kitab kehidupan maka km akan dicampakkan di neraka
    tetapi bagi mereka yg percaya dlm namaNya diberi kuasa utk menjadi anak2 Tuhan
    semoga Tuhan membuka pikiranmu sehingga mengerti akan kebenaran dan kebenaran itu memerdekakan.. dlm nama Tuhan Yesus..amen

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Kalo Yesus Tuhan ??? Mana Surat dan ayat berapa di dalam Injil dengan Dalih Bahwa yesus Yang menyatakan "AKU ADALAH TUHAN" ???
    Jika Tuhan Bapak yang kalian Sembah, berarti TUHAN PUNYA JENIS KELAMIN....
    Sekali lagi SAYA MINTA BUKTI YANG TERSURAT DALAM KITAB INJIL YANG MENYATAKAN BAHWA "AKULAH TUHANMU"
    Karena didalam AL-QUR'an ALLAH SWT Berfirman :
    KATAKAN YA MUHAMMAD "TUHAN ITU ESA. TUHAN TIDAK BERANAK DAN TIDAK PULA DIPERANAKAN. (AL-IKHLAS)
    TOLONG JAWAB SEMUA PERTANYAAN SAYA, KALO TAK TERJAWAB SEGERALAH BERSYAHADAT PINTU TAUBAT MASIH TERBUKA. ALLOHUAKBAR

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Yohanes 13:13
      2. Kami, umat Yesus TIDAK menyembah Yesus secara FISIK.
      3. Jangann salah kaprah. Alkitab juga TIDAK mengajarkan bahwa TUHAN memiliki anak dan diperanakan dalam pengertian JASMANIAH. karena istilah 'Anak Allah' untuk Yesus dan istilah 'anak-anak Allah' bagi para umat Yesus adalah dalam pengertian hubungan ROHANIAH.

      Hapus
  7. @fajar 'Yehuda&#39 : ANDA SANGAT KETAHUAN TIDAK BISA MENJAWAB SECARA NYAMBUNG. KETAHUAN ANDA SANGAT TERPOJOKAN... :)
    Kalo Yesus Tuhan ??? Mana Surat dan ayat berapa di dalam Injil dengan Dalih Bahwa yesus Yang menyatakan "AKU ADALAH TUHAN" ???
    Jika Tuhan Bapak yang kalian Sembah, berarti TUHAN PUNYA JENIS KELAMIN....
    Sekali lagi SAYA MINTA BUKTI YANG TERSURAT DALAM KITAB INJIL YANG MENYATAKAN BAHWA "AKULAH TUHANMU"
    Karena didalam AL-QUR'an ALLAH SWT Berfirman :
    KATAKAN YA MUHAMMAD "TUHAN ITU ESA. TUHAN TIDAK BERANAK DAN TIDAK PULA DIPERANAKAN. (AL-IKHLAS)
    MENGAPA YESUS DALAM INJIL TIDAK MEMERINTAHKAN AGAR DIA DI SEMBAH SEBAGAI TUHAN ????
    ISA IBNU MARYAM ITU NABIYULLOH (UTUSAN ALLAH) BUKAN IBNULLOH (ANAK ALLOH).
    BACA DUA KALIMAT SYAHADAT BUNG

    BalasHapus
    Balasan
    1. to Bajaya

      Inilah permasalahan teologis akut yg dialami oleh umat Muslim.
      1. Alkitab juga TIDAK MENGAJARKAN bahwa Allah/TUHAN itu beranak dan diperanakan dlm artian jasmaniah. Makna Allah Bapa dan Anak Allah yang merujuk pada hubungan yg bermakna rohaniah.
      2. Yang namanya TUHAN sejati kok harus maksa2 atau ngemis2 orang buat disembah. Allah Alkitab cukup menunjukkan kuasa-Nya saja didepan umat manusia bukannya koar2 pake intimidasi segala. makanya baca Alkitab donk biar kenal sama Allah Alkitab yang MENYEDIAKAN jalan keselamatan dan jaminanan masuk surga dan pengampuanan dosa.
      3. apakah 2 kalimat syahadat jamin anda masuk surga dan bisa menebus semua dosa2 anda???? hehehe..... sorry dorry... sangat meragukan sekali.
      4. ya sudah.... ente belajar baca alquran aja. jangan cuma baca tapi tau artinya lah. :) :) :) biar gak cuma fanatik buta :)

      Hapus
  8. @Eko Novianto : ANDA SANGAT KETAHUAN TIDAK BISA MENJAWAB SECARA NYAMBUNG. KETAHUAN ANDA SANGAT TERPOJOKAN... :)
    Kalo Yesus Tuhan ??? Mana Surat dan ayat berapa di dalam Injil dengan Dalih Bahwa yesus Yang menyatakan "AKU ADALAH TUHAN" ???
    Jika Tuhan Bapak yang kalian Sembah, berarti TUHAN PUNYA JENIS KELAMIN....
    Sekali lagi SAYA MINTA BUKTI YANG TERSURAT DALAM KITAB INJIL YANG MENYATAKAN BAHWA "AKULAH TUHANMU"
    Karena didalam AL-QUR'an ALLAH SWT Berfirman :
    KATAKAN YA MUHAMMAD "TUHAN ITU ESA. TUHAN TIDAK BERANAK DAN TIDAK PULA DIPERANAKAN. (AL-IKHLAS)
    MENGAPA YESUS DALAM INJIL TIDAK MEMERINTAHKAN AGAR DIA DI SEMBAH SEBAGAI TUHAN ????
    ISA IBNU MARYAM ITU NABIYULLOH (UTUSAN ALLAH) BUKAN IBNULLOH (ANAK ALLOH).
    BACA DUA KALIMAT SYAHADAT BUNG

    BalasHapus
  9. jangan ribut malu sama Allah :)... Muhammad benar, Yesus benar, Musa benar, Daud benar. Yg ga benar pikiran anda... Kalau mau kita temui Allah dan Rasul-Nya, kalau ga bisa jangan ribut malu sama Allah, Allah lg denger keributan kita...

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuma ada SATU KEBENARAN di dunia itu.

      allah nya Alquran tidak berkata: "Akulah JALAN, KEBENARAN dan hidup.
      Muhammad tidak berkata: " Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP.
      Musa tidak berkata: "Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP.
      Buddha tidak berkata: "Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP".
      dan TIDAK ADA SATUPUN oknum penyembahan dalam dunia ini yang sanggup berkata: "Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP.

      kecuali YESUS KRISTUS.
      Kata Yesus kepadanya: "AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP.." (Yohanes 14:6)

      Ya, label agama apapun itu, faham apapun itu BUKANLAH KEBENARAN! hanya Yesus Kristus lah JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP. Dia telah disalib, mati dan bangkit lalu naik ke surga dan akan datang dalam kemuliaan-Nya untuk menghakimi yg hidup dan yg mati.

      Hapus
  10. rebutan tulang tanpa isi.....mas bro...??????!!!!.

    BalasHapus
  11. Alkitab baru dibukukan setelah Yesus naik ke sorga. Al-quran dibukukan ketika nabi Muhammad nya msh hidup. Jadi kalo ada kesalahan dalam Al-quran, bisa dikonfirmasi sama yg punya wahyu. Lah kalo alkitab?

    Dan orang Kristen selalu mengandalkan Injil Yohanes. Padahal sampe sekrang orang Kristen sendiri masih meragukan siapa penulis Injil tsb. Oleh karena Injil Yohanes secara gamblang menyatakan keilahian Yesus maka dikanonkan ke dalam Alkitab.

    Salam Damai

    BalasHapus
    Balasan
    1. to nareda.

      hehehe.. anda udah bisa baca Alquran????? terus ngerti artinya???
      jangan cuma koar2 aja, bunyi kosong tanpa makna. :)
      Umat Kristus MENGANDALKAN Tuhan Yesus bukannya mendewakan kitab sucinya seolah2 seperti barang kramat. agama, kitab suci dan pemimpin agama TIDAK BISA menyelamatkan manusia dari neraka dan hukuman akhirat cuma YESUS KRISTUS yang mampu.
      bacalah Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dengan rendah hati bukan dengan perasaan terintimidasi oleh awloh. :) :) :)

      Hapus
  12. MEMANG ORANG YANG BERAGAMA ADALAH ORANG-ORANG YANG SAKIT JIWA!!!
    HUHUHUHU..... KASIAN,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. to awal
      agama???? Yesus Kristus datang ke dunia BUKAN untuk MENDIRIKAN 'agama'. Pesannya simple: DIA datangan untuk menebus dosa2 umat manusia dan menunjukkan teladan yang sempurna selama masa pelayanan-Nya di bumi yaitu 3 1/2 tahun. umat Yesus sejati BUKANLAH orang2 yang cuma berlabel "Kristen" atau 'Katolik" tetapi mereka hanyalah orang2 berdosa dan kotor yang merendahkan dirinya dihadapan Allah dan menerima dengan rendah hati KURBAN AGUNG yaitu Yesus yang telah mati dan bangkit bagi mereka mengasihi Allah. Yesus dibenci dan dihina oleh orang2 beragama pada zamannya dan bahkan oleh politik dunia. tapi Yesus TETAP MENGASIHI dan MENGAMPUNI mereka semua. pertanyaannya: apa anda lebih baik dan sempurna seperti Yesus Kristus yg diberitakan oleh Alkitab????? silahkan anda melihat hati dan jiwa anda sendiri.

      saran saya bacalah Alkitab. :) :) dan lihatlah Yesus Kristus. The Prince of Peace.

      Hapus
  13. http://pkpi.allalla.com/download/Faithfreedompedia.zip
    Bagaimana muhamad mau koreksi alquran wong dia sendiri buta huruf ?
    Baca dan download faithfreendom off line.....download di wikipedia disana ada penjelasan tentang nabi muhamad....semua gamblang,,jgn download klo yg blom siap karena pasti akan pecah bola mata sama jantung......khusus kristiani saja sebagai
    pengetahuan sendiri

    BalasHapus
  14. Gini deh kl orang2 yg ilmunya cetek cuma koar2 nggak jelas ngejelek2in Islam.. ya udah di ga usah diladenin tuh orang2 yg mikirnya pada make dengkul. Bisanya cuma ngutip seayat-ayat aja dari Alqur'an buat senjata tanpa tau Asbabun Nujul n Asbabul Huruj. Yg belajar kitab injilnya tapi nggak tau maknanya. Yg cuma ngikuti talkid buta tentang trinitas tanpa tau asalnya... keluar dari fitrah sesungguhnya..semoga suatu saat Allah memberikan Hidayah dan Inayah buat mereke semua...Aminnnn.....stay cool buat saudara sesama muslim!

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar bung teguh... kita semua harus stay cool.
      bagi umat Muslim tetaplah belajar baca Alquran anda dan menjalankan aturan2 agamanya.
      bagi umat Yesus tetaplah rajin baca Alkitab menjalankan hukum kasih.
      biar kita semua TIDAK cuma fanatik buta! tapi tau apa yg kita yakini melalui apa yang kita baca. apakah yang kita baca itu ajaran kebencian dan rasisme atau ajaran kasih dan persaudaraan segala bangsa dan bahasa.
      Yesus Kristus adalah HIDAYAH dari Allah, karena DIA adalah Firman Allah yang menjadi manusia (baca Injil Yoh. 1:1-3). DIA lah yang menyediakan jalan ke kerajaan surga bagi umat manusia.

      :) :) :) :)

      Hapus
  15. “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui
    batas dalam agamamu, dan janganlah kamu
    mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.
    Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu,
    adalah utusan Allah dan (yang diciptakan
    dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya
    kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan
    rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu
    mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari
    ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu.
    Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,
    Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala
    yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An-Nisa': 171)

    BalasHapus
    Balasan
    1. to TEGUH

      salah kaprah. :) :)
      siapa bilang TUHAN itu ada TIGA????
      TUHAN Allah itu ESA! Alkitab PB yg sudah ada 600 tahun bahkan Alkitab PL yg ada ribuan tahun sebelum alquran SUDAH mengajarkan demikian.
      baca alquran mu baik2: yang dimaksud alquran dengan 3 TUHAN adalah Allah, Isa dan Maryam. dan Alkitab TIDAK MENGAJARKAN bahwa TUHAN itu Allah, Isa dan Maryam. ini adalah KESESATAN!

      artinya kita sepakat :)

      Alkitab menyatakan bahwa Allah/TUHAN itu ESA yaitu Allah Bapa, Anak Allah (YESUS) dan Roh Allah. emangnya alquran bilang ajaran Trinitas Allah ini SALAH???? dalilnya mana??

      kalau umat Muslim masih koar2 dengan isu Trinitas Allah dalam Alkitab itu SALAH menurut ayat Quran, berarti mereka sengaja MEMBUTAKAN diri mereka terhadap fitnah yg mereka buat.

      hehehehe.. :) :) :) :)
      penyakit rohani umat Muslim yang berumur 1400 tahun selalu saja berulang2. semua Hidayah dari Tuhan Yesus melalui Roh-Nya yang kudus dilimpahkan kepada mereka. amin :) :)

      Hapus
  16. Kepada Admin blog ini..saya ingin menerangkan mengenai dakwaan Msia menciplak budaya Indonesia..100tahun dahulu wujudkah Msia maupun Indonesia?jika Soekarno berjaya menubuhkan Indonesia Raya dahulu yg termasuk Malaysia sekarang ni..adakah kami masih dikatakan menciplak budaya Indonesia? Bagaimana dgn Brunei dan selatan Thailand yg juga mempunyai persamaan budaya seperti wayang kulit ,rendang dan sebagainya..?lain kali bercakap guna otak..kalo bodoh belajarlah...
    Memang penganut2 Kristian ni mempunyai akal yang dangkal..!

    BalasHapus
  17. Bible yg mudah diperolehi sekarang ini hanyalah bertaraf hadis sahaja jika dibandingkan dengan Al Quran kerana Al Quran adalah sememangnya Firman Allah yang disampaikan secara wahyu kepada Nabi Muhammad..sedangkan bible sekarang ini hanyalah kumpulan kata orang2 orang yg kononnya rapat dgn Nabi Isa...dan mempunyai versi yang berbeza-beza..kerana telah diubah2 seperti yg disebut dalam Al Quran.
    Dimanakah sebenarnya kitab Injil yg mengandungi Firman Allah yg disampaikan melalui wahyu kepada Nabi Isa?

    BalasHapus
  18. to mahzan Isa

    lucu sekali: anda sebut Bible telah diubah2 tetapi anda sendiri tidak bisa MEMBUKTIKAN dengan menunjukkan Bible yang sebenarnya. malahan bertanya balik.

    hehehehe.. :) :) :) :) :) inilah penyakit rohani umat Islam.
    untuk membuktikan produk palsu anda harus menunjukan produk aslinya.
    bukannya malahan mempertanyakan orang lain.

    akal anda ternyata lebih dangkal dari akal saya yang dangkal ini.
    jangan memfitnah terus. kelakuan 1400 tahun alquran selalu berulang2.

    hehehe.. :) :) it's boring :)

    BalasHapus
  19. Untuk saudara-saudaraku seagama ISLAM
    Janganlah terpancing atau tergoyah dengan fitnah terhadap agama yang kita imani
    Bacalah surah Al-Baqarah
    Insyaallah kita tetap SABAR dan TEGUH pada keIMANAN kita. Ingat selalu rukun iman kita, Iman kepada Allah, iman kepada Malaikat,iman kepada Rasul, iman kepada kitab, iman kepada Hari kiamat, dan iman kepada qada' dan qadar

    Karena pada surah Al-Baqarah ayat 2-7 sudah menjelaskan sebagian besar apa yang ada disini..

    Pada ayat 2 telah di terangkan
    Al-Qur'an adalah kitab yang tidak ada sedikitpun KERAGUAN di dalamnya, PETUNJUK BAGi orang-orang yang BERTAKWA .. Jadi jika ada masih meragukan Al-Qur'an berarti ia BELUM bertakwa :)

    Bagaimana orang yang berTAKWA itu ?
    Ayat 3.
    Yaitu orang YANG ber-IMAN pada YANG GHAIB (yang tidak berwujud seperti Allah, Malaikat), YANG mendirikan SHALAT, dan men-SEDEKAH-kan sebagian REZEKI yang diberikan Allah.

    Lalu yang bagaimana lagi orang ber-TAKWA itu?
    Ayat 4.
    Dan orang-orang yang ber-IMAN kepada Al-Qur'an yang turunkan kepada kita sebagai UMAT nabi Muhammad S.A.W dan ber-IMAN kepada kiab SEBELUM Al-Qur'an . Serta yang YAKIN akan adanya Hari kiamat.

    Kita sebagai umat MUSLIM telah diajarkan bahwa ADA 3 kitab sebelum Al-Qur'an yaitu kitab Zabut, Taurat dan Injil namun kita JUGA telah di jelaskan bahwa Al-Qur'an ada PENYEMPURNA kitab-kitab sebelumnya :)

    Pada ayat ke 5.
    Sesungguhnya orang yang seperti itulah yang mendapat PETUNJUK dari Allah dan termasuk Golongan orang yang BERUNTUNG.

    SEMOGA kita termasuk dalam golongan orang yang beruntung tersebut dan mendapatkan PETUNJUK dari Allah. Aamiin

    Dan buat saudara-saudaraku yang seIMAN
    resapi juga pesan pada ayat 6 yang bahwasanya
    Sesungguhnya bagi orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, mau Kita beri PERINGATAN atau tidak. mereka akan tetap TIDAK BERIMAN pada apa yang kita IMANI

    Mengapa Begitu ?
    Pada ayat 7. Karena Allah telah MENGUNCI HATI dan PENDENGARAN mereka dan MENUTUP penglihatan mereka. Dan biarlah hanya Allah saja yang akan memberikan SIKSAAN yanh PEDIH kelak.

    Jadi percuma kita adu argumen, menjelekan agama satu sama yang lain. Itu AKAN SAMA SAJA EFEKnya. Mereka tidak akan berIMAN pada yang kita IMANi. Boleh sampaikan pendapat kita tapi sampaikan dengan ADAP , SOPAN SANTUN, yang telah diAJARKAN Rasulullah S.A.W .. Banyak-Banyaklah MENDEGAR , hati-hati bicara karena LIDAHmu bisa menjadi PISAU buatmu sendiri.

    Dan saudaraku yang seIMAN
    Ingatlah dan bacalah serta Amalkan surah Al-Kafirun sebagai pondasi kita dalam berTOLERANSI antar umat BerAGAMA
    Katakanlah :
    Kita TIDAK AKAN menyembah APA yang mereka SEMBAH
    Dan Mereka TIDAK AKAN menyembah APA yang kiya SEMBAH

    Kita tidak menCAMPURI apa yang mereka KERJAkan
    Dan Mereka juga TIDAK usah CAMPURI apa yang kita KERJAkan

    Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku

    Semoga saudaraku selalu mengamalkan itu yang hanya sebagian kecil Al-Qur'an . Tidak terbawa EMOSI, karena emosi itu panas dari setan dan iblis, banyak2lah berWUDHU jika sudah emosi, jika masih emosi, SHALATlah.

    Jika tidak mengerti yang hal yang ada di Al-Qur'an bacalah Sunnah , jika masih kurang mengerti tanyakan yang AHLI AGAMA, semoga kita mendapat petunjuk dan tidak menjadi orang FASIK yang telah mendengarkan dan mengetahui isi Al-Qur'an tapi tidak mengamalkannya

    Salam damai bagi semua
    Islam adalah agama yang membawa RAHMAT untuk Alam Semesta
    Islam adalah agama yang SEMPURNA sedangkan kami sebagai pengamalnya yang BELUM SEMPURNA

    Sekian :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. to sisma
      thx sudah berkunung di blog saya yg sederhana ini.
      artikel ini berbicara mengenai kata "Allah" pada masa pra-Islam.
      Sebelum Islam dan muhammad ada pada abad ke-7, orang-orang Arab Kristen dan Yahudi menggunakan kata "Allah" yang mengacu pada YHVH Elohim Israel dan Yesus Kristus. Maklum saja, kaidah2 Islam yg disampaikan oleh nabi umat Islam yaitu Muhammad baru ada pada abad ke-7 di tanah Arab.

      Thx untuk berkunjung ke blog saya. :) :)

      Hapus
  20. Sebaiknya masing masing mempelajari dulu ajaran agama anda sendiri. saling memojokkan tanpa ada dasar yang pasti hanya akan menimbulkan permusuhan. Mental seperti ini yang membuat kita jauh tertinggal. sejujurnya agama adalah topik yang sangat menarik. tapi akan selalu berbau sara. banyak hal yang saya ingin tahu dari sudut pandang yang berbeda, Seperti figur Yesus, simbolism utk yesus adalah "white handsome western man". sejak kapan penggunaan ini dipakai sementara asal historikal yesus sendiri adalah timur tengah. Lalu konsep Old testament dan new testament yang terlalu explisit menaikkan status kekuatan geraja secara politik. Konsep asal nama Allah, Islam menyatakan kalau Tuhan utk Yahudi, nasrani dan muslim sebenarnya sama, para nabinya pun sama tapi konsep penamaan Allah baru ada pada Al Qur'an. bahasa ibrani (hebrew ) menyebut Elohim, dan aramaic menyebut YHWEH. bagaimana semua yang sebenarnya sama menjadi begitu berbeda. dan perbedaan ini telah pernah mengakibatkan peperangan besar.
    Ibrahim ( arab ) Ibruun ( ibrani ) abraham ( bible ), adalh pesimpangan utama dari 3 agama. pelajari dulu agama anda jalankan dan siapa tahu anda menemukan kebenaran. Utk siapa yang masuk surga atau neraka, semua tergantung pilihan kita bukan ? dan kitalah yang akan menjalaninya .

    BalasHapus
  21. ya BAPA ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat

    BalasHapus